STAIN PAREPARE- A�Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare, kembali menggelar proses perkuliahan usai libur semester selama kurang lebih dua pekan lamanya, ditandai dengan pembukaan kuliah oleh Ketua STAIN Parepare bapak Dr. Ahmad S. Rustan, M.Si. pada senin, tanggal 22 Februari 2016, di Auditorium STAIN Parepare. Pada pembukaan kuliah kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal (DIRJEN) Pendidikan Islam Kementrian Agama RI bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, yang sekaligus akan membawakan kuliah umum pada pembukaan kuliah hari ini. Kunjungan yang ketiga kalinya dilakukan bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, ke STAIN Parepare dalam rangka menghadiri launching program magister (S2) pada pasca sarjana Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam, serta peresmian gedung pusat Kegiatan mahasiswa dan gedung perkuliahan jurusan tarbiyah pada pembukaan kuliah semester genap STAIN Parepare tahun ajaran 2016-2017, sekaligus beliau membawakan ora...
Opini Oleh Budiman, S.Ag., M.H.I. (Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare) Alquran membumi setelah sebelumnya melangit bukan tanpa alasan. Ia 'turun' dengan sejumlah misi, dan misi utamanya adalah untuk menjadi hudan (panduan) bagi segenap manusia dalam hidup dan kehidupannya. Selain itu, Alquran adalah Annur dan Nur (cahaya). Kedua terma ini menunjuk pada nama dan fungsi Alquran yang dapat bermakna "cahaya" yang menerangi bumi, langit, hati, bahkan semesta. Agaknya tidak berlebihan apabila dinyatakan bahwa proses penyebarluasan cahaya di bumi melalui Alquran dimulai saat Baginda Nabi SAW hijrah dari Mekah ke Yatsrib. Itu sebabnya ketika menetap di Yatsrib, Baginda Nabi mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah Munawwarah (kota/peradaban yg tercahayakan). Dalam ungkapan lain, hijrah Baginda Nabi merupakan proses "transmisi cahaya" yang secara kasat mata akumulasi cahaya itu telah rampung tatkala berakhirnya pewahyuan dan dengan adanya u...
Oleh : Musmulyadi, S.H.I.,M.M Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Parepare OPINI -- Beberapa pekan terakhir ini dunia dihebohkan dengan kabar Virus Corona yang telah menyebar dan mampu menyebabkan kematian. Persentase kematian mengenai virus corona sangat tinggi dan berbahaya sebab sudah mulai menjelajah di berbagai negara. Menurut berbagai klaim yang menyebar, virus corona tersebut merupakan virus buatan pemerintah China yang disimpan di markas militer di Wuhan. Rencananya, virus itu akan disebarkan ke seluruh dunia demi menarik uang dari hasil penjualan vaksin. Setelah dianalisa dan dilakukan kajian, diduga virus corona sengaja dibuat pemerintah China sebagai senjata biologis yang mematikan. Ada dugaan terjadi kebocoran penyimpanannya di markas militer di Wuhan. Yang menjadi pertanyaan, kenapa hanya di Kota Wuhan korban pada berjatuhan seketika? Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kebocoran virus corona mencemari udara k...
Komentar
Posting Komentar